NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Terletak di kaki Gunung Halimun, Curug Ngeulay menjadi salah satu surga tersembunyi yang berada di Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat. Keindahan alam yang masih perawan dan jauh dari sentuhan modernisasi menjadikan Curug Ngeulay sebagai destinasi yang menawarkan ketenangan sekaligus tantangan bagi para pencinta wisata alam. Jumat (16/1/2026).
Untuk mencapai lokasi Curug Ngeulay, pengunjung harus menempuh perjalanan yang tidak ringan. Waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam berjalan kaki harus dilalui dengan medan yang terjal, licin, dan cukup menguras tenaga. Namun sepanjang perjalanan, mata pengunjung dimanjakan oleh panorama alam yang luar biasa. Pepohonan besar yang menjulang tinggi, aliran sungai yang jernih, serta suara kicauan burung liar seolah menjadi musik alam yang mengiringi setiap langkah, menciptakan suasana hening dan damai khas hutan tropis.
Wartawan dari nusantaranews.web.id turut mencoba menapaki rute menuju Curug Ngeulay. Meski rasa lelah kerap menghampiri, semangat tetap terjaga hingga akhirnya suara gemuruh air terdengar dari kejauhan. Rasa lelah itu seketika sirna ketika pemandangan Curug Ngeulay terbentang di hadapan mata. Air terjun yang jernih mengalir deras dari ketinggian, dipeluk rimbunnya pepohonan hijau, menghadirkan sensasi sejuk dan damai yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Di sela perjalanan, wartawan juga sempat berbincang dengan seorang warga Desa Cirendang asal Kampung Paniisan, yang merupakan jalur masuk menuju area Curug Ngeulay. Usep, warga setempat, mengungkapkan bahwa Curug Ngeulay memang berada tepat di kaki Gunung Halimun.
"Curug Ngeulay itu letaknya di kaki Gunung Halimun. Saya sendiri pernah mencoba mengukur perkiraan ketinggiannya, sekitar 100 meter," ujar Usep.
Lebih lanjut, Usep menegaskan bahwa kawasan Curug Ngeulay termasuk dalam wilayah hutan lindung. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada siapa pun yang berkunjung agar senantiasa menjaga kelestarian alam.
"Ulah poho lamun ka Curug Ngeulay mah ieu kaasup hutan lindung. Jadi saya menyarankan kepada siapa pun yang datang ke sini agar menjaga alam, tidak merusak, tidak membuang sampah sembarangan, dan tetap menghormati lingkungan," tegasnya.
Curug Ngeulay bukan sekadar destinasi wisata alam yang belum banyak dikenal, tetapi juga simbol keindahan alam Indonesia yang masih terjaga di tengah lebatnya hutan Gunung Halimun. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa pesona alam Nusantara selalu menanti untuk dijelajahi, meski memerlukan perjuangan dan kepedulian untuk mencapainya.
(Ismet)


