• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Klarifikasi Dugaan Telur Busuk Terjawab, Pemdes Buniwangi dan SPPG Sepakati Evaluasi Distribusi: Itu Telur Pindang Berbumbu Rempah

    NUSANTARA NEWS
    Senin, 02 Maret 2026, 16.28.00 WIB Last Updated 2026-03-02T09:30:02Z


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Pemerintah Desa Buniwangi menggelar musyawarah klarifikasi terkait dugaan penyaluran telur busuk oleh salah satu SPPG. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Buniwangi pada Senin (2/3/2026), dengan menghadirkan dua pihak penyedia, yakni SPPG Jayanti dan SPPG Patuguran.


    Musyawarah tersebut dihadiri Kepala Desa Buniwangi Hermawan Rudiansyah, Advokat Efri Darlin M Dachi, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, perwakilan SPPG Patuguran, SPPG Jayanti, Bidan Desa, Kader posyandu, serta masyarakat penerima manfaat program.


    Kepala Desa Buniwangi, Hermawan Rudiansyah, menyampaikan bahwa forum tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat terkait dugaan telur busuk yang didistribusikan.


    "Alhamdulillah hari ini kita sudah berdiskusi bersama dua SPPG terkait pengaduan masyarakat yang diduga telur busuk. Kita sudah mendengar penjelasan dari pihak SPPG Patuguran dan pernyataan resmi yang disampaikan. Ternyata telur tersebut bukan telur busuk, melainkan telur pindang yang diolah menggunakan rempah-rempah," ujarnya.



    Ia menjelaskan bahwa warna dan kondisi telur yang terlihat berbeda menimbulkan kesalahpahaman di kalangan sebagian warga. Hasil musyawarah menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan miskomunikasi, bukan penyaluran bahan pangan yang tidak layak konsumsi.


    "Dengan adanya musyawarah ini, semuanya sudah klir. Pihak penyedia juga telah memberikan klarifikasi bahwa itu bukan telur busuk, melainkan telur pindang yang memang diolah dengan bumbu tertentu,” tambahnya.


    Lebih lanjut, Hermawan menyampaikan bahwa ke depan akan ada evaluasi dalam sistem pendistribusian, termasuk penyesuaian nominal dan teknis pelaksanaan agar tidak terjadi permasalahan serupa.


    "Kami sudah sepakat dengan kedua SPPG bahwa distribusi nantinya akan dievaluasi, baik dari sisi teknis maupun angka yang semestinya, agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Ini baru musyawarah awal, jika ke depan ada kesepakatan yang tidak diindahkan, tentu kami akan kembali menggelar musyawarah lanjutan," tegasnya.


    Sementara itu, Budi VIC dari Yayasan Generasi Inovatif Sukabumi selaku pihak yang menaungi SPPG Pelabuhan II Patuguran, menjelaskan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat.



    "Kami memahami apa yang dirasakan masyarakat. Tidak semua yang kami lakukan tentu langsung diterima. Terkait kejadian kemarin, memang menu yang dibagikan adalah telur pindang yang menggunakan rempah-rempah, sehingga memengaruhi warna dan teksturnya. Telur tersebut memang tampak seperti pecah atau remuk karena proses pengolahan," jelasnya.


    Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak yayasan. Ke depan, pihaknya akan melakukan perbaikan dan penyesuaian menu agar lebih tepat sasaran dan dapat diterima oleh masyarakat.


    "Tadi dalam forum, Alhamdulillah kita sudah melakukan sosialisasi dan menyepakati beberapa hal bersama. Terkait masukan masyarakat soal menu, itu akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel). Kami tidak menjanjikan, tetapi akan berusaha semaksimal mungkin agar aspirasi masyarakat dapat direalisasikan," tambahnya.


    Menurutnya, permasalahan ini menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan kepercayaan penerima manfaat terhadap program yang berjalan.


    "Kita ingin menciptakan rasa percaya dan manfaat bersama. Mari kita jalankan program ini secara gotong royong agar benar-benar membawa kebaikan bagi masyarakat," pungkasnya.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU