NUSANTARANEWS | SUMEDANG - Yayasan Anugrah Bhakti Barokah (YABB) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional sukses menyelenggarakan Pelatihan Penjamah Pangan di Gor Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (14/01/2026). Kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kompetensi penjamah pangan dalam menyajikan makanan yang aman, higienis, dan bergizi seimbang.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Margaluyu, H. Mamad, yang kehadirannya mencerminkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, yayasan, dan instansi terkait ini menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pangan berkualitas.
H. Ecek Karyana, Pemilik sekaligus Ketua Yayasan Anugrah Bhakti Barokah, menekankan bahwa pelatihan ini adalah langkah strategis untuk membekali penjamah pangan dengan pengetahuan dan keterampilan tentang higiene, sanitasi, serta pengolahan makanan yang baik dan benar. "Pencegahan penyakit bawaan pangan sangat penting untuk melindungi konsumen dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan dapur MBG," ujarnya.
Didik, perwakilan Dinas Pendidikan, mengapresiasi YABB yang menaungi SPPG Jatiroke dan Jatisari, serta Dinas Kesehatan sebagai narasumber. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan status gizi dan mencegah gizi buruk.
Ketua Yayasan Anugrah Bhakti Barokah, Rodyan Saefuloh, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas pencairan dana Program MBG dan rencana peluncuran program dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa setiap dapur MBG atau SPPG wajib memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk sertifikat SLHS, yang diawali dengan pelatihan penjamah pangan. Saat ini, yayasan mengelola tiga dapur MBG, dengan satu dapur telah beroperasi dan dua lainnya dalam tahap persiapan.
Pelatihan ini diikuti oleh para penjamah pangan dari SPPG Jatisari–Tanjungsari dan SPPG Sayang GKPN–Jatinangor. Materi yang disampaikan meliputi kebersihan dan sanitasi pangan, pengolahan makanan yang aman, serta pemenuhan nilai gizi sesuai standar. Narasumber dari Badan Gizi Nasional menyampaikan materi secara interaktif melalui diskusi dan praktik langsung.
YABB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan pangan dan kesehatan masyarakat. Pelatihan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menciptakan penjamah pangan yang profesional, berkompeten, dan berorientasi pada keamanan pangan demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
(Endi Kusnadi)


