NUSANTARANEWS | SUMEDANG – Halaman Markas Koramil 1004/Tanjungsari yang biasanya menjadi pusat koordinasi warga, mendadak berubah menjadi arena keceriaan pada Minggu pagi (16/02). Ratusan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana dari Koramil 1004/Tanjungsari dan Koramil 1005/Jatinangor, bersinergi dengan guru serta anak-anak Himpaudi Kecamatan Tanjungsari untuk menghidupkan kembali warisan budaya melalui permainan tradisional.
Markas yang akrab disapa sebagai "Rumah Rakyat Patas" (Pamulihan, Tanjungsari, dan Sukasari) ini tampak semarak. Gelak tawa pecah saat anak-anak dan para ibu larut dalam berbagai perlombaan kreatif, mulai dari lompat tali karet, bentengan, gobak sodor (galaksin), congklak, hingga bola bekel. Suasana akrab nan meriah ini mengingatkan pada momentum perayaan hari kemerdekaan.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang bermain, melainkan upaya nyata untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif ketergantungan gadget. Permainan tradisional dipilih karena mampu melatih motorik, menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, serta kerja sama tim. Berbeda dengan permainan digital yang membuat anak cenderung pasif, permainan tradisional memaksa anak untuk bergerak aktif, berlari, dan melompat, yang sangat baik bagi kebugaran fisik serta ketangkasan mereka.
Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.
“Kami ingin mengenalkan kembali kepada Generasi Emas putra-putri kita bahwa permainan tradisional itu seru dan menyehatkan. Saat ini, banyak anak-anak yang terlalu asyik dengan dunia maya sehingga lupa akan interaksi sosial. Padahal, permainan tradisional sangat penting dalam membentuk karakter dan fisik yang kuat,” ujar Kapten Inf Agus Hermawan.
Beliau juga berharap, dengan melibatkan anak-anak prajurit dan siswa Himpaudi, kecintaan terhadap budaya bangsa dapat tumbuh sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak kembali mencintai permainan tradisional yang penuh nilai kebersamaan, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani, kuat mental, dan berkarakter,” pungkasnya.
Aksi nyata yang dilakukan Persit Kartika Chandra Kirana ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi bukti kepedulian TNI dan keluarga besar dalam menjaga warisan budaya demi masa depan Generasi Emas Indonesia.
(Endi Kusnadi)


