NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Pihak MTs Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya angkat bicara menanggapi video yang beredar luas di media sosial Facebook. Video yang diunggah akun @Bang Jey tersebut memunculkan dugaan adanya intimidasi kepala sekolah terhadap wali murid terkait pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Untuk mendapatkan keterangan langsung, awak media mendatangi MTs Gandasoli, pada Kamis (5/2/26). Kepala sekolah, Duduh Darusalam, membenarkan bahwa peristiwa dalam video tersebut memang terjadi. Namun ia menegaskan bahwa kejadian itu dipicu oleh kesalahpahaman dan telah diselesaikan melalui musyawarah bersama.
Menurut Duduh, saat proses pencairan dana PIP berlangsung, dirinya sedang dalam kondisi sakit sehingga tidak dapat mendampingi secara langsung. Penjelasan mengenai penggunaan dana PIP baru dapat ia sampaikan setelah kembali pulih.
"Saat pencairan PIP saya sedang sakit. Setelah itu saya koordinasi dulu dengan operator. Ketika sudah sehat, pada hari Jumat ada warga bernama Ohan atau Bang Jey yang datang ke rumah saya," jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bang Jey mempertanyakan dugaan pemotongan dana PIP yang dinilai tidak wajar. Menanggapi hal itu, Duduh menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dana, melainkan penggunaan untuk kebutuhan operasional.
"Dana tersebut digunakan untuk biaya kendaraan mengantar siswa ke BRI Citepus, pembelian materai, serta kebutuhan kegiatan kenaikan kelas. Saya sampaikan bahwa ini bukan pemotongan," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam forum musyawarah bersama wali murid. Musyawarah kemudian dilaksanakan pada Selasa (3/6/2026) dan dihadiri para wali murid.
Dalam forum tersebut, Duduh mengaku tengah memberikan penjelasan secara rinci, namun sempat terjadi interupsi.
"Saya hanya meminta Bang Jey menunggu sebentar karena saya ingin menjelaskan dulu secara lengkap kepada wali murid," katanya.
Setelah penjelasan disampaikan, Duduh menyebut seluruh wali murid yang hadir dapat menerima dan memahami penggunaan dana PIP tersebut. Ia juga menyadari bahwa sikapnya dalam forum itu terkesan berlebihan.
"Atas kejadian itu, saya sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Bang Jey, dan alhamdulillah beliau sudah memaafkan," ucapnya.
Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di media sosial serta mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
(Ismet)


