• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Reses di Babakan Wareng, Hamzah Gurnita Dengarkan Jeritan Warga Pasca Bencana dan Ketimpangan Data

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 06 Februari 2026, 19.52.00 WIB Last Updated 2026-02-06T12:57:54Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Suasana Kampung Babakan wareng, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, kabupaten Sukabumi, menjadi saksi pertemuan penuh harap antara warga dan wakil rakyatnya. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, melaksanakan reses ke satu Tahun Sidang 2026 pada Jumat (6/2/2026), yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang mereka hadapi.


    Dalam wawancaranya, Hamzah Gurnita mengungkapkan bahwa reses kali ini menjadi momen yang sangat berarti karena banyaknya aspirasi penting yang muncul dari masyarakat, khususnya terkait sektor kesehatan dan ketidaksesuaian data kesejahteraan.


    "Alhamdulillah hari ini saya melaksanakan reses di Kampung Babakan wareng, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Sangat luar biasa karena ada beberapa poin aspirasi masyarakat, terutama terkait kesehatan. Data desil ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada masyarakat yang secara ekonomi tidak mampu, tetapi justru masuk kategori desil enam. Ini jelas tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan akan saya bawa ke DPRD dalam rapat Banggar," ujar Hamzah.



    Tak hanya soal kesehatan, jeritan warga juga datang dari kondisi pasca bencana yang hingga kini masih menyisakan luka dan ketidakpastian. Hamzah menyebutkan, terdapat 167 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana di wilayah tersebut dan membutuhkan perhatian serius.


    "Aspirasi masyarakat terkait pasca bencana ini, insyaallah kami akan koordinasikan dengan pemerintah daerah untuk penanganannya. Di sini ada 167 KK yang terdampak bencana kemarin. Nanti akan diverifikasi mana yang mengalami kerusakan berat dan mana yang rusak ringan," lanjutnya.


    Ia menegaskan, apabila tersedia skema Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pihaknya akan mendorong pemerintah daerah agar program tersebut dapat direalisasikan bagi warga yang membutuhkan.


    "Ketika ada skema rutilahu, kami akan dorong agar bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Untuk skema lain, ini akan menjadi pekerjaan rumah saya secara internal. Kami akan kerja nyata untuk masyarakat, sesuai arahan Ketua Umum bahwa PKB akan selalu melayani masyarakat," katanya.



    Hamzah menambahkan, jumlah rumah yang akan dibangun atau diperbaiki masih menunggu proses verifikasi. Namun, penanganan pasca bencana ini akan menjadi skala prioritas yang akan terus diperjuangkannya.


    Tidak hanya menyerap aspirasi warga, pada kesempatan tersebut Hamzah Gurnita juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung lokasi pasca bencana yang mengalami kerusakan akibat tergerus aliran sungai. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam memperjuangkan langkah penanganan yang tepat.


    Reses tersebut menjadi potret nyata bagaimana masyarakat menyampaikan harapan di tengah keterbatasan, sekaligus menjadi panggung bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkannya agar tidak berhenti hanya sebagai keluhan, tetapi berujung pada solusi nyata.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU