NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Di pintu masuk Kelurahan Palabuhanratu, sebuah tugu perlahan berdiri megah. Tugu berbentuk layur itu bukan sekadar penanda wilayah, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Hingga kini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 70 persen dan diproyeksikan menjadi ikon baru Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kelurahan Palabuhanratu memiliki posisi strategis di Kecamatan Palabuhanratu. Letaknya berada di jalur utama aktivitas pemerintahan dan masyarakat, menjadikannya salah satu wajah terdepan wilayah Palabuhanratu. Kehadiran tugu ini diyakini akan memperkuat identitas kelurahan sekaligus memperindah kawasan.
Yang membuat pembangunan Tugu Layur ini istimewa, seluruh pembiayaannya tidak bersumber dari anggaran pemerintah maupun pihak mana pun. Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menegaskan bahwa pembangunan tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi.
"Pembangunan ini tidak memakan anggaran dari mana pun. Ini mutlak anggaran pribadi saya. Saya ingin meninggalkan kenangan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kelurahan Palabuhanratu," ujar Yadi.
Bagi Yadi, pembangunan ini bukan soal fisik semata, melainkan pesan moral. Ia berharap tugu dan penataan lingkungan kantor kelurahan dapat memotivasi aparatur dan masyarakat untuk memandang kantor sebagai rumah kedua yang harus dijaga dan dirawat bersama.
"Kantor itu rumah kita yang kedua. Kalau kita sendiri yang membangun dan menata, pasti rasa memiliki dan kepeduliannya akan tumbuh," tuturnya.
Yadi juga menegaskan bahwa Tugu Layur dibangun dengan konstruksi permanen. Bangunan tersebut dirancang kokoh dan bukan bersifat sementara.
"Ini bukan dibuat dari kardus. Ini konstruksi murni, dibangun dengan keseriusan dan tanggung jawab," tegasnya.
Tak hanya tugu, kawasan kantor Kelurahan Palabuhanratu juga tengah dilengkapi dengan pembangunan gerbang, pos jaga, serta pemagaran. Seluruh penataan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan kantor yang lebih tertib, aman, dan representatif meski gedung kantor utama belum sepenuhnya dibangun.
Pada intinya, Yadi meyakini bahwa niat baik dalam membangun akan selalu dibarengi kemudahan rezeki.
"Insyaallah, kalau niatnya baik, rezeki akan dimudahkan," ucapnya.
Lebih jauh, Yadi berharap langkah yang dilakukannya dapat menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lain di Kabupaten Sukabumi untuk berani berinovasi dan membangun wilayahnya masing-masing.
Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan daerah yang dipimpinnya. Ia lahir dan besar di Palabuhanratu, tepatnya di Cempaka Putih RT 03/11. Rasa cinta terhadap kampung halaman itulah yang mendorongnya untuk membangun dan mempercantik wilayah, meski dengan keterbatasan.
"Saya orang asli Palabuhanratu. Kalau bukan kita yang membangun, siapa lagi?"ungkapnya.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 70 persen, Tugu Layur Kelurahan Palabuhanratu diharapkan segera rampung dan menjadi simbol baru yang tidak hanya memperindah wilayah, tetapi juga menyimpan cerita tentang keikhlasan, dedikasi, dan kecintaan seorang pemimpin terhadap tanah kelahirannya.
(Ismet)




