NUSANTARANEWS | SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila serta para pimpinan perangkat daerah menyerahkan zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah dan Silaturahmi Alim Ulama Tahun 2026 yang digelar di Aula Tampomas PPS, Selasa (10/02/2026).
Hadiri Berbagai Tokoh dan Pimpinan Daerah
Kegiatan dihadiri oleh para tokoh agama, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran pengurus BAZNAS Sumedang. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para ulama dan tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.
Nuzulul Quran Harus Dimaknai Sebagai Momentum Dekatkan Diri pada Al-Qur'an
Bupati menyampaikan, peringatan Nuzulul Quran bukan hanya rutinitas di bulan suci Ramadan, melainkan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur'an. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membaca, menghayati, memaknai, menjiwai, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Inilah makna penting ketika memperingati sebuah peristiwa yang agung dalam sejarah umat manusia dan umat Islam, yakni turunnya kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup, penenang hati, serta kompas dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh umat Islam untuk meneguhkan niat dan tekad dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. “Mari kuatkan niat dan tekad, dimulai dari diri kita masing-masing, untuk terus membumikan dan menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan keseharian,” katanya.
Apresiasi kepada Para Alim Ulama Sebagai Penjaga Akhlak Masyarakat
Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alim ulama, pimpinan pondok pesantren, ustaz, ustazah, serta pengurus masjid yang telah berperan besar dalam menjaga akhlak masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama yang telah menjadi penjaga akhlak masyarakat, penenang umat, dan penjaga nilai-nilai agama di tengah kehidupan masyarakat. Apalah jadinya Sumedang jika di setiap desa tidak ada ustaz dan ustazah yang mengajak umatnya kepada kebaikan,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, pemerintah daerah sangat membutuhkan peran serta para ulama dan tokoh agama untuk memberikan nasihat, bimbingan, serta doa agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik dan mendapat ridha Allah SWT. “Kami pemerintah daerah sangat membutuhkan kehadiran Ibu dan Bapak sekalian untuk mengawal kami, menasihati, membimbing, serta mendoakan kami dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya
(Endi Kusnadi)


