NUSANTARANEWS| SUKABUMI - Dugaan adanya telur busuk dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui kader posyandu di Desa Buniwangi untuk anak 1 sampai 5 tahun kembali mendapat bantahan. Kader Posyandu Jeruk Desa Buniwangi menegaskan bahwa isu tersebut terjadi akibat kesalahpahaman masyarakat terkait jenis olahan telur yang dibagikan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum musyawarah yang digelar di Aula Desa Buniwangi pada Senin (2/3/26). Dalam kesempatan itu, kader posyandu menjelaskan bahwa warga awalnya mengira telur yang dibagikan dalam program MBG adalah telur busuk karena warna kulit telur yang rusak dan tampilannya berbeda dari biasanya.
"Masyarakat awalnya tidak tahu bahwa itu telur pindang. Mereka mengira itu telur busuk. Namun setelah saya jelaskan bahwa itu bukan telur busuk, melainkan telur pindang, akhirnya mereka mengerti dan memahami," ujarnya.
Ia menambahkan, setelah mendapatkan penjelasan mengenai proses pengolahan telur yang menggunakan rempah-rempah sehingga memengaruhi warna dan teksturnya, warga yang sempat ragu akhirnya bersedia mengonsumsi makanan tersebut walaupun tidak semuanya.
"Setelah dijelaskan, akhirnya dimakan juga. Jadi itu hanya kesalahpahaman saja," tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, diharapkan masyarakat tidak lagi salah persepsi terhadap menu MBG yang disalurkan. Para kader posyandu juga berkomitmen untuk lebih meningkatkan sosialisasi kepada penerima manfaat agar setiap jenis menu yang dibagikan dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
(Ismet)


