NUSANTARANEWS | BEKASI - Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), melibatkan KRL Commuter Line jurusan Bekasi dan Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Insiden ini menimbulkan kepanikan di antara penumpang serta menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.
Peristiwa tersebut diduga bermula ketika sebuah kendaraan yang mengalami gangguan teknis mogok di perlintasan sebidang sekitar pukul 20.40 WIB. KRL yang melintas kemudian menabrak kendaraan tersebut hingga terhenti di jalur rel. Dalam waktu bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya melaju dari arah belakang dan tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan pun tidak terelakkan.
Benturan keras mengakibatkan kerusakan paling parah pada gerbong khusus wanita yang berada di bagian paling belakang KRL. Bagian depan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan masuk hingga setengah badan gerbong tersebut.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis sejak malam hingga dini hari. Sejumlah penumpang dilaporkan terjepit di dalam gerbong, sementara korban luka segera dievakuasi ke mushala stasiun dan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.
Dikutip dari BBC, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ini bertambah menjadi lima orang.
"Update dari korban saat ini meninggal dunia lima orang. Kemudian yang masih terperangkap sekitar tiga orang," ujar Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Badan SAR Nasional telah mengerahkan tim penyelamat untuk membantu proses evakuasi. Hingga pukul 06.20 WIB, petugas masih berupaya mengeluarkan tiga korban yang terhimpit di dalam gerbong KRL.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam serta permohonan maaf kepada para penumpang dan keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada penanganan korban dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Di sisi lain, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Pihak KAI bersama otoritas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
(Ismet)


