NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Perumda Tirta Jaya Mandiri menggembor-gemborkan perluasan jangkauan air bersih di kabupaten sukabumi, akan tetapi walaupun adanya program hibah air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah disingkat MBR dan Program sambungan mandiri atau disebut SL Mandiri tersebut tidak semua masyarakat dapat menikmati program tersebut, seperti salah satunya warga desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibadak yaitu tepatnya di Kampung Johor, kampung paris dan beberapa kampung lainnya yang berada di desa pamuruyan kecamatan cibadak kabupaten sukabumi.
Walaupun pada awalnya tahun 1990 pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi hanya mempunyai 3 cabang dan 2 unit yaitu Cabang Palabuhanratu, Cabang Cicurug dan Cabang Cibadak. akan tetapi tidak sepenuhnya desa-desa di wilayah kecamatan cibadak dapat menikmati air bersih dari PDAM Tirta Jaya Mandiri yaitu peningkatan derajat kesehatan warga, penghematan biaya pemasangan sambungan rumah (SR) PDAM, serta peningkatan kualitas hidup dan produktivitas ekonomi. (27/04/26).
Anton, salah satu warga kampung johor desa pamuruyan kecamatan cibadak menuturkan bahwa dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada PDAM masuk ke wilayahnya.
"Belum ada dari saya lahir kayanya, (PDAM belum masuk wilayahnya), kalau air butuh, warga disini ngambil air di Pabrik Japfa kadang bawa kompan," Tuturnya.
Saat ditanya terkait seandainya PDAM Tirta Jaya Mandiri masuk ke wilayahnya, Anton mengatakan "kalau PDAM masuk kesini ya bagus," Katanya.
Menurutnya warga berharap adanya sambungan pipanisasi ke wilayahnya, menurutnya warga kampung johor dan sekitarnya pun sangat membutuhkan air bersih, apalagi di daerahnya kalau sudah kemarau dua minggu saja rawan sumber air bersih.
Hal senada pun sama diungkapkan oleh Rokib, warga kampung Paris RT. 03 RW. 06 desa pamuruyan kecamatan cibadak, menurutnya diwilayahnya memang membutuhkan air, sumur kering kalau kemarau lewat tiga minggu, masyarakat mengambil air ke PT. Japfa, tidak dipungut biaya, tapi dalam pengambilan air harus menggunakan motor dan sebagian warga meminta orang lain dan diberi upah karena lokasi yang sangat jauh.
Saat Kami mendatangi Kantor Pusat PDAM Tirta Jaya Mandiri yang berlokasi di Jl. Karang Tengah-Cirendeu, Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi untuk di wawancarai, menurut Humas PDAM Tirta Jaya Mandiri mengatakan agar kami bersurat terlebih dahulu untuk permohonan wawancara dan menjadwalkan waktunya.
warga membutuhkan keadilan dan pemerataan terkait program air bersih MBR dan program SL Mandiri yang mana harus benar benar pada perlindungan nyata bagi MBR karena setiap warga negara berhak untuk mengakses air bersih yang aman dan terjangkau.
Masyarakat berharap Bupati Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi dapat mendengarkan Aspirasi Masyarakat untuk bisa mendapatkan akses air bersih yang merata, kualitas air yang layak konsumsi, tarif yang terjangkau, serta pengelolaan berkelanjutan. Masyarakat mendambakan infrastruktur permanen yang menghilangkan ketergantungan pada sumber air kotor, meningkatkan kesehatan, dan mengurangi beban ekonomi, khususnya bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
(Sakur)


