NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Sorotan tajam dan ramainya pemberitaan di berbagai platform media online terkait polemik keberadaan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan di SMP PGRI 2 Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemukan titik terang. Isu yang sempat memanas di ruang publik itu bermula dari banyaknya pertanyaan dan penilaian yang beredar di masyarakat, di mana salah satu panitia pelaksana di jajaran P2SP tersebut disinyalir berasal dari pihak luar.
Beragam tanggapan muncul dari warga maya maupun masyarakat sekitar sekolah. Banyak yang mempertanyakan latar belakang, mekanisme kerja, hingga alasan penunjukan pihak luar yang mengelola program strategis dan bernilai besar tersebut. Situasi ini sempat menimbulkan keragu-raguan dan kekhawatiran di kalangan warga sekolah maupun masyarakat luas terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan yang menggunakan sistem swakelola itu.
Merespons dinamika yang berkembang pesat dan demi meredam polemik yang berpotensi menghambat kelancaran proyek, pihak sekolah mengambil langkah tegas dan cepat. Berkoordinasi dengan yayasan pembina, manajemen sekolah memutuskan melakukan perombakan dan perubahan dalam struktur kepanitiaan P2SP. Langkah ini diambil sebagai solusi terbaik agar pelaksanaan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tersebut dapat kembali berjalan kondusif, terpercaya, dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat.
Kepala SMP PGRI 2 Kalapanunggal, Marwan, S.Pd.I mengungkapkan bahwa keputusan perubahan kepanitiaan ini murni diambil demi kebaikan bersama dan kemajuan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, masukan dan aspirasi yang berkembang di media maupun masyarakat menjadi bahan evaluasi utama agar penyelenggaraan program ini benar-benar sesuai harapan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami menyimak dan memperhatikan dengan seksama segala pemberitaan dan tanggapan yang ada di masyarakat. Kami mengerti kekhawatiran yang muncul, terutama terkait asal-usul panitia yang disinyalir dari luar. Oleh karena itu, demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan, pihak sekolah bersama yayasan memutuskan melakukan perubahan susunan kepanitiaan P2SP,” ungkap Marwan, S.Pd.I. (21/5/2026)
Ia menegaskan, tujuan utama dari program revitalisasi ini adalah untuk melengkapi fasilitas sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan pada akhirnya meningkatkan pelayanan pendidikan yang optimal bagi para siswa. Oleh sebab itu, segala hal yang berpotensi mengganggu fokus tersebut harus segera diluruskan dan diselesaikan.
“Kami tidak ingin polemik ini berlarut-larut dan justru menghambat pembangunan yang sangat dinantikan. Dengan adanya susunan kepanitiaan yang baru, kami pastikan seluruh proses berjalan lebih transparan, akuntabel, dan melibatkan unsur-unsur yang memang bertanggung jawab dan dikenal oleh lingkungan sekolah. Semua ini demi kelancaran proyek dan kenyamanan anak-anak didik kami,” tambahnya.
Perubahan kepanitiaan ini disambut baik oleh masyarakat dan warga sekolah. Kini, seluruh pihak berharap perhatian publik beralih kembali pada proses pembangunan fisik yang dijalankan. Diharapkan pula, dengan struktur organisasi yang baru, pekerjaan dapat selesai tepat waktu, berkualitas, dan manfaatnya segera dirasakan secara nyata untuk kemajuan SMP PGRI 2 Kalapanunggal.
Polemik yang sempat memanas ini pun menjadi pelajaran berharga, bahwa keterbukaan informasi dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam setiap langkah pembangunan pendidikan, agar tercipta rasa memiliki dan kepercayaan yang kokoh antar sekolah, yayasan, dan masyarakat.
(Hans)


