NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Seorang pelajar muda bernama Umar (24) harus meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut yang terjadi di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di area perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Kejadian tragis ini berlangsung pada Jumat sore (10/7/2026) sekitar pukul 15.27 WIB.
Korban, yang merupakan warga Kampung Ciengang, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion berwarna biru. Berdasarkan kronologi awal dari Polsek Simpenan, insiden bermula ketika korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan dan berniat menyalip sebuah truk dump berwarna hijau.
Namun, saat berada di jalur tikungan, sepeda motor korban oleng dan kehilangan kendali. Akibatnya, motor tersebut terjatuh dan langsung menghantam bagian samping sebuah mobil Mitsubishi L300 pikap bernomor polisi F 8395 SO yang dikemudikan oleh Suherman (32), seorang wiraswasta asal Cikidang. Benturan keras membuat korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara sepeda motornya terlempar ke sisi kanan mobil L300.
Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina S.E., melalui laporan resminya menyebutkan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian berupa aspal yang baik dan kering, namun memiliki banyak tikungan tajam. Di sisi kanan jalan terdapat tebing, sedangkan sisi kiri merupakan jurang tanpa pemukiman warga. Cuaca saat itu cerah dan arus lalu lintas tergolong lancar.
"Penyebab utama diduga karena korban memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di area tikungan dan gagal mengendalikan motor saat hendak menyalip," ujar sumber kepolisian.
Tim gabungan dari Polsek Simpenan, yang dipimpin oleh Aiptu Sudiryo dan Aipda Hadi, segera tiba di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (OTKP). Mereka mengamankan barang bukti, mencatat identitas saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, pengemudi L300, Suherman, dilaporkan tidak mengalami luka fisik akibat benturan, namun mengalami trauma psikologis (shock) atas kejadian tersebut. Pihak kepolisian masih mendalami proses hukum terkait kasus ini, termasuk pemeriksaan terhadap kelengkapan surat kendaraan dan uji kelayakan jalan.
Kehilangan Umar, yang tercatat sebagai pelajar/mahasiswa, tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga dan kerabat di Desa Cihaur. Polisi mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur berkelok-kelok seperti di kawasan Kiaradua dan mematuhi batas kecepatan demi keselamatan bersama.
(Hans)


