• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Syukuran Hari Nelayan ke-69 Palangpang Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Penguatan Wisata Bahari

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 17 Juli 2026, 20.53.00 WIB Last Updated 2026-07-17T13:53:01Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi masyarakat pesisir sekaligus mengembangkan potensi wisata bahari melalui perhelatan Syukuran Hari Nelayan ke-69 dan Festival Seni Budaya yang digelar di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Jumat (17/7/2026).


    Kegiatan yang mengusung tema "Ngagungkeun Nu Kawasa, Ngajaga Budaya, Ngamumule Nelayan" itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas. Acara turut dihadiri anggota DPR RI, DPRD, Forkopimda, Forkopimcam, HNSI, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan pesisir Geopark Ciletuh.


    Dalam sambutannya, H. Andreas mengatakan Syukuran Hari Nelayan yang telah berlangsung selama 69 tahun merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan harus terus dilestarikan. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat pesisir serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


    Ia menilai penyelenggaraan festival seni budaya di kawasan Geopark Ciletuh menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Beragam pertunjukan seni tradisional seperti tari jaipong, tari jipeng, kuda lumping, hingga wayang golek diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.


    "Pemkab Sukabumi berkomitmen terus mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan sarana nelayan, serta pengembangan wisata bahari yang terintegrasi," tegas H. Andreas.


    Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XIII, Dewi Asmara, menyampaikan bahwa tradisi Syukuran Hari Nelayan memiliki makna penting di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut mengajarkan nilai-nilai rasa syukur, penghormatan terhadap alam, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut.


    Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan budaya maritim sebagai bagian dari identitas bangsa.


    "Menjaga laut berarti menjaga masa depan anak cucu kita," ujarnya.


    Rangkaian Syukuran Hari Nelayan ke-69 Palangpang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan acara, di antaranya tabligh akbar, perlombaan seni pelajar, pertunjukan seni budaya, hingga konser musik nasional yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU