• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Abah Embep: Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Bukti Warisan Leluhur Tetap Lestari di Tengah Kemajuan Zaman

    NUSANTARA NEWS
    Selasa, 14 Juli 2026, 22.08.00 WIB Last Updated 2026-07-14T15:08:28Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Budayawan Kabupaten Sukabumi, Asep Nurbagelar atau yang akrab disapa Abah Embep, turut menghadiri perayaan Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi ke-447 di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.


    Menurut Abah Embep, Seren Taun merupakan tradisi leluhur yang telah bertahan selama ratusan tahun. Dengan usia yang telah mencapai 447 kali penyelenggaraan, tradisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat.


    "Seren Taun adalah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Sekarang sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-447. Ini menunjukkan bahwa budaya tersebut harus terus kita pegang teguh dan lestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ujarnya.


    Ia mengatakan, tidak semua daerah memiliki kampung adat atau kasepuhan yang masih aktif mempertahankan tradisi leluhurnya. Menurutnya, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki jumlah kasepuhan terbanyak dan hingga kini masih menjaga nilai-nilai adat dengan baik.


    "Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sukabumi. Kita memiliki banyak kasepuhan yang masih eksis, bahkan bisa dikatakan paling banyak di Jawa Barat. Ini merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama," katanya.


    Abah Embep menilai, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan modernisasi, masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi tetap mampu mempertahankan identitas budayanya. Meski teknologi telah masuk ke wilayah adat, masyarakat tetap konsisten menjalankan tradisi tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.


    "Budaya memang tidak mudah dibendung oleh perkembangan zaman. Namun yang luar biasa, masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi tetap memegang teguh adat istiadatnya. Teknologi boleh berkembang, tetapi budaya tetap menjadi identitas yang tidak boleh hilang," jelasnya.


    Ia menegaskan, tantangan terbesar saat ini adalah menanamkan rasa tanggung jawab kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak tanpa mengikis kecintaan terhadap tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.


    "Kita harus terus mengajarkan kepada generasi muda agar tidak melupakan budaya, adat istiadat, dan jati diri sebagai bangsa. Dengan begitu, warisan leluhur seperti Seren Taun akan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," pungkasnya.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU