NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Disela-sela kegiatan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi III, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd., menyoroti maraknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada programnya, melainkan pada pelaksana dapur atau SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar. Kamis (5/2/26).
"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kalau SPPG-nya bagus ya hasilnya bagus. Yang jadi masalah itu SPPG yang jelek, tidak teliti dan tidak sesuai standar. Ketika sudah banyak yang keracunan, seharusnya langsung dipending dan dievaluasi," tegasnya.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh sangat penting mengingat program MBG berkaitan langsung dengan keselamatan manusia, khususnya anak-anak. Ia mengaku sangat mendukung langkah evaluasi terhadap SPPG yang bermasalah.
"Kita ini berhubungan dengan nyawa manusia, apalagi yang menjadi sasaran adalah anak-anak. Saya sangat setuju ketika SPPG dievaluasi," ujarnya.
Lebih lanjut, H. Junajah menyampaikan bahwa dirinya pada prinsipnya mendukung program pemerintah. Namun, jika dalam pelaksanaannya justru menimbulkan banyak kasus keracunan, maka perlu ada kebijakan alternatif.
"Saya mendukung program pemerintah, tapi kalau dalam pelaksanaannya banyak menimbulkan keracunan, akan lebih baik anggarannya diberikan langsung kepada orang tua," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, bahkan hingga menyebabkan korban dirawat di rumah sakit. Menurutnya, kejadian yang terulang ini seharusnya menjadi tolok ukur serius bagi pemerintah dalam menjalankan program MBG.
"Dulu saya sudah bilang waktu ada kejadian keracunan sampai masuk rumah sakit. Sekarang kejadian lagi. Ini harus jadi tolak ukur," ungkapnya.
H. Junajah menambahkan, saat ini banyak dapur MBG yang diklaim sudah berstandar SNI. Namun, jika masih terjadi keracunan, hal tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam pelaksanaan.
"Kalau sekarang dapur MBG katanya sudah SNI semua, tapi masih terjadi keracunan, itu jelas bentuk kelalaian. Maka harus dievaluasi," pungkasnya.
Ia menegaskan kembali dukungannya terhadap program MBG, dengan catatan pelaksanaannya harus benar-benar diperbaiki agar tidak membahayakan masyarakat.
(Ismet)


