NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Hasil rukyatul hilal awal bulan Syawwal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kabupaten Sukabumi, menyatakan bahwa hilal tidak terlihat. Pemantauan dilakukan pada Rabu petang dengan titik markaz di koordinat -7° 4’ 26,2” LS dan 106° 31’ 52” BT.
Rukyatul hilal dimulai pada pukul 18.06 WIB, sesaat setelah matahari terbenam. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, Dewan Hisab Rukyat (DHR), hingga perwakilan organisasi keagamaan di Sukabumi dan sekitarnya.
Sejumlah tokoh yang turut serta dalam rukyat di antaranya Ketua DHR Kabupaten Sukabumi H. Dede Sudanta, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Deddy Wijaya, serta para ulama dan tim ahli dari berbagai pondok pesantren seperti KH. Aang Muhammad Yahya, KH. Muhammad Ansori Fudholi, KH. Ismatullah Syarif, KH. Aceng Mahmud Ridwan, dan KH. Emboh Misbah.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Tim Rukyatul Hilal dari Kemenag Kabupaten dan Kota Sukabumi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta tim rukyat dari organisasi seperti PUI dan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk dari Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan hasil pengamatan, hilal dinyatakan tidak terlihat. Hasil tersebut kemudian disahkan melalui sidang isbat tingkat daerah oleh Hakim Pengadilan Agama Cibadak, Drs. H. Erik Sumarna, S.H., M.A.
Selanjutnya, laporan hasil rukyat ini akan disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional untuk penetapan 1 Syawwal 1447 H.
Secara hisab, 1 Syawwal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, kepastian hari raya Idulfitri tetap menunggu keputusan resmi Menteri Agama RI setelah pelaksanaan sidang isbat nasional.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah dan tetap menjaga suasana kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri.
(Ismet)


