NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi terus mengawal pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan bersama perangkat Desa Cikadu dan Babinsa setempat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mengawasi proses pembangunan. Kawasan hunian yang sebelumnya dikenal sebagai Kampung Gempol kini diberi nama Kampung Mubarakah.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Huntap dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama mencakup pembangunan 20 unit rumah, dilanjutkan tahap kedua sebanyak 20 unit. Saat ini proyek telah memasuki tahap ketiga dengan progres pembangunan berada di blok 3.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta kesesuaian pembangunan dengan spesifikasi yang telah direncanakan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terdampak bencana.
Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pengawasan secara berkelanjutan akan terus dilakukan hingga seluruh pembangunan Huntap selesai. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta seluruh pihak terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian proyek tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan pengawasan yang konsisten, pembangunan Huntap Kampung Mubarakah diharapkan dapat segera rampung sehingga para warga dapat menempati rumah baru yang lebih layak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pascabencana.
(Ismet)


