• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Deteksi Dini TBC, STPI Sukabumi dan Puskesmas Palabuhanratu Sasar Kontak Serumah dan Kontak Erat Pasien di Kelurahan Palabuhanratu

    NUSANTARA NEWS
    Senin, 22 Juni 2026, 23.44.00 WIB Last Updated 2026-06-22T16:44:29Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMISatuan Tugas Penanggulangan Tuberkulosis Indonesia (STPI) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Puskesmas Palabuhanratu melaksanakan kegiatan skrining dan penelusuran kontak Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Kelurahan Palabuhanratu.


    Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini penyebaran TBC, khususnya terhadap masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat maupun kontak serumah dengan pasien yang terindikasi TBC.


    Pengelola Program TBC Puskesmas Palabuhanratu, Erwan Ramdona A.Md.Kep, mengatakan bahwa peserta skrining bukan dipilih secara acak, melainkan berdasarkan data indeks pasien TBC yang telah terdata sebelumnya.


    "Dalam skrining ini kami melihat data indeks tahun 2025. Indeks tersebut merupakan pasien yang terindikasi TBC dengan kategori kontak erat dan kontak serumah. Kontak erat misalnya saudara atau tetangga yang sering berinteraksi dengan pasien, sedangkan kontak serumah adalah anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien," ujarnya.


    Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025 di Kelurahan Palabuhanratu terdapat sekitar 200 pasien TBC yang terdata, dan jumlah tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah tersebut.



    "Untuk kegiatan saat ini, dari jumlah undangan yang disebar, hingga pelaksanaan berlangsung sudah ada sekitar 117 orang yang hadir mengikuti skrining," tambahnya.


    Sementara itu, PIC kegiatan dari STPI kabupaten Sukabumi, Neng Rihan, menyampaikan bahwa dari total 167 orang yang diundang, sebanyak 117 orang telah hadir mengikuti proses pemeriksaan.


    "Kami mengundang sebanyak 167 orang dan yang hadir saat ini sebanyak 117 orang di Kelurahan Palabuhanratu. Setelah dilakukan skrining, apabila ditemukan hasil yang mengarah pada dugaan TBC, maka pasien akan langsung diarahkan menjalani pengobatan di Puskesmas. Sedangkan bagi yang memenuhi kriteria pencegahan akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)," jelasnya.


    Ia menambahkan, pemerintah telah menyediakan layanan pengobatan TBC secara gratis, termasuk obat anti tuberkulosis (OAT), sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan.


    "Untuk pengobatan penyakit TBC paru, obat-obatan sudah disediakan secara gratis oleh pemerintah. Masyarakat yang belum memiliki BPJS hanya akan dibantu proses administrasi pendaftaran, sementara obat diberikan gratis hingga pengobatan selesai selama enam bulan," pungkasnya.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU